I want to run this tears like the clouds
vanished through the coldest win
when the sky and air won't be together
Screaming the unspoken words
Is it me who is dreaming?
Or just the sky is too high to be reach?
You and your purest soul will be thrown away with despair
falling down like snow and cracking inside soul
The EMPTY NESS rest in my soul
without cover
without heart
without care
that drag me into death
Showing posts with label Project Anddy 01. Show all posts
Showing posts with label Project Anddy 01. Show all posts
1/2/10
12/25/09
PROJECT ANDDY 01: Monolog Schreiber
SCHREIBER: Bertengger meremas kerumunan awan di atas gunung para pemimpi. Meresapi, menutup mata. Berdiri dan berharap untuk mengetahui sebuah dogma dan mempelajarinya dalam-dalam. Kalau aku lelah, aku pun segera duduk di singgasana kokohku--yang terbuat dari tanah sampai angkasa; Dari keringat sampai darah. Aku membuatnya sendiri. Aku membuatnya dari masa bertelanjang kaki sampai dengan, terbang dengan iringan sayap kupu-kupu berwarna-warni.
Dan, ada saja... Orang-orang Awan menggerutu mengenai perihal impianku. Bah! Aku tidak bicara bahasa Awan. Maaf. Aku hanya bisa berbicara Cahaya. Awan bagiku terlalu rapuh, terlalu mudah terhasut angin. Nah! Coba lihat Cahaya, lihat! Demikian terang, halus, abstrak, bisa juga menyembuhkan dan membunuh harapan. Mengapa pula aku harus memahami orang-orang Awan? Apa sebab? Apa? Percuma! Aku tidak butuh mereka! Tidak butuh! Aku hanya butuh sensasi cahaya. Sebab aku sendiri adalah cahaya...
Cahaya bisa muncul dari segala arah dan rupa, dari berkehendak hingga tak bermakna. Awan? Yah, segitu-gitu saja. Sekedar menggantung tidak jelas untung. Memang tinggi dan kalem, tetapi apakah jaminan? Menjadi Awan membuatmu paling tinggi dari semua makhluk? Apakah... mampu berbicara dan berperilaku menjadi Awan adalah sebuah barometer kepintaran absolut? Bah! Kalau begitu aku jadi Tuhan kalau bisa bicara bahasa Awan, dong?
Terima kasih atas tawarannya, para khalayak luas di bawah sana. Terima kasih. Aku sudah nyaman menjadi Cahaya. Sebutlah aku tidak tahu aturan, liar dan tidak berpotensi besar. Tetapi aku yakin akan arahku kemana. Aku sekarang berada di atas gunung sang pemimpi yang para Awan pun sering kerumuni tetapi, kalian tidak bisa melihatku jelas bukan? Yah begitulah, begitulah kalau kalian berpersepsi rada-rada pas khas Awan-awan. Ujung jempol kakiku... apakah kelihatan? Padahal aku rawat lho? Tidak kelihatan bukan? Makanya, belajar juga persepsi Cahaya! Kalau perlu dari Daun, Batu, Kayu sampai Bakteri, Kotoran, hajar semua sekalian! Pelajari sampai mampus! Baru kalian PANTAS jadi Tuhan! (Alex Jhon, Desember 26, 2009)
Dan, ada saja... Orang-orang Awan menggerutu mengenai perihal impianku. Bah! Aku tidak bicara bahasa Awan. Maaf. Aku hanya bisa berbicara Cahaya. Awan bagiku terlalu rapuh, terlalu mudah terhasut angin. Nah! Coba lihat Cahaya, lihat! Demikian terang, halus, abstrak, bisa juga menyembuhkan dan membunuh harapan. Mengapa pula aku harus memahami orang-orang Awan? Apa sebab? Apa? Percuma! Aku tidak butuh mereka! Tidak butuh! Aku hanya butuh sensasi cahaya. Sebab aku sendiri adalah cahaya...
Cahaya bisa muncul dari segala arah dan rupa, dari berkehendak hingga tak bermakna. Awan? Yah, segitu-gitu saja. Sekedar menggantung tidak jelas untung. Memang tinggi dan kalem, tetapi apakah jaminan? Menjadi Awan membuatmu paling tinggi dari semua makhluk? Apakah... mampu berbicara dan berperilaku menjadi Awan adalah sebuah barometer kepintaran absolut? Bah! Kalau begitu aku jadi Tuhan kalau bisa bicara bahasa Awan, dong?
Terima kasih atas tawarannya, para khalayak luas di bawah sana. Terima kasih. Aku sudah nyaman menjadi Cahaya. Sebutlah aku tidak tahu aturan, liar dan tidak berpotensi besar. Tetapi aku yakin akan arahku kemana. Aku sekarang berada di atas gunung sang pemimpi yang para Awan pun sering kerumuni tetapi, kalian tidak bisa melihatku jelas bukan? Yah begitulah, begitulah kalau kalian berpersepsi rada-rada pas khas Awan-awan. Ujung jempol kakiku... apakah kelihatan? Padahal aku rawat lho? Tidak kelihatan bukan? Makanya, belajar juga persepsi Cahaya! Kalau perlu dari Daun, Batu, Kayu sampai Bakteri, Kotoran, hajar semua sekalian! Pelajari sampai mampus! Baru kalian PANTAS jadi Tuhan! (Alex Jhon, Desember 26, 2009)
12/23/09
PROJECT ANDDY 01: SOMEDAY
Someday..
I’ll climb that highest point..
Go beyond the clouds and over the horizon..
Someday..
I’ll swim in the deepest sea..
Embracing the cold dark of nothingness..
Someday..
I’ll run across the green fields..
Run like there will be no tomorrow..
‘Till that day come..
I’ll just continue on building my castles in the air..
I’ll just live life with eagerness..
I’ll just be here..
Novenia - 23/12/2009 - 23.09
I’ll climb that highest point..
Go beyond the clouds and over the horizon..
Someday..
I’ll swim in the deepest sea..
Embracing the cold dark of nothingness..
Someday..
I’ll run across the green fields..
Run like there will be no tomorrow..
‘Till that day come..
I’ll just continue on building my castles in the air..
I’ll just live life with eagerness..
I’ll just be here..
Novenia - 23/12/2009 - 23.09
12/20/09
PROJECT ANDDY 01: For You
Will I see you there?
Amidst the clouds,
Beyond the tree tops,
Will you be there?
Searched through the valley,
Dived through the oceans,
Waiting for the prophecy,
Wondering what it means…
The sky is the answer,
And ‘tis the only place
I’ve not come to face
For I always fear her.
I’m simply an earthworm,
Have no feathers to fly
When I’m forced to die
Once I slip out of form.
But, will I find you?
I shall wriggle and slither
To the highest peak up there
If ‘tis what I am to do.
Only tell me truly
That you’ll be there
For I can never bear
The risk of falling idly.
Amidst the clouds,
Beyond the tree tops,
Will you be there?
Searched through the valley,
Dived through the oceans,
Waiting for the prophecy,
Wondering what it means…
The sky is the answer,
And ‘tis the only place
I’ve not come to face
For I always fear her.
I’m simply an earthworm,
Have no feathers to fly
When I’m forced to die
Once I slip out of form.
But, will I find you?
I shall wriggle and slither
To the highest peak up there
If ‘tis what I am to do.
Only tell me truly
That you’ll be there
For I can never bear
The risk of falling idly.
12/11/09
Subscribe to:
Posts (Atom)
